Metodolodi Studi Islam
TUGAS
METODOLOGI STUDI ISLAM
Disusun
oleh :
Nama
: Anis Alfiah
NIM
: 175231003
Kelas : Perbankan Syariah 2A
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SURAKARTA
2018
Judul buku : Metodologi Studi Islam
Pengarang : Drs. Atang Abd. Hakim, M.A. dan Dr. Jaih Mubarok
Penerbit : PT REMAJA ROSDAKARYA
Kota terbit : Bandung
Tahun terbit : 2016
Pengarang : Drs. Atang Abd. Hakim, M.A. dan Dr. Jaih Mubarok
Penerbit : PT REMAJA ROSDAKARYA
Kota terbit : Bandung
Tahun terbit : 2016
Kata
Religion atau yang biasa disebut
”agama” merupakan sebuah kata kerja, yang merupakan sikap kesalehan dalam hidup
berdasarkan nilai-nilai ketuhanan. Seiring dengan perkembangan zaman kata Religion bergeser menjadi sebuah kata
benda yang merupakan sebuah kepercayaan, ajaran, hukum-hukum yang telah baku
yang diyakini sebagai suatu perintah Tuhan untuk manusia. Kebenaran dapat
diperoleh secara fisiologis dan juga sosiologis. Secara fisiologis, kebenaran
itu adalah satu, tunggal, dan tidak majemuk. Hanya saja pencapaian keberaran
setiap orang berbeda. Hal ini berarti bahwa yang dikejar dalam Realitas
Tertinggi ialah satu. Sedangkan secara sosiologis, pencapaian Realitas
Tertinggi tentang kebenaran menjadi berbeda. Setiap penganut agama mengganggap
bahwa agamanyalah yang paling benar, dalam hal ini menyebabkan munculnya sikap
eksklusivisme dan juga inklusivisme.
Dalam
masyarakat di Indonesia masih berpaham eksklusivisme, yang mengganggap bahwa
agama yang dianutnya adalah ajaran yang paling benar. Dengan demikian,
diharapkan studi islam dapat melahirkan suatu masyarakat yang memiliki sikap
toleransi dalam pluralitas agama. Pendidikan Islam pada mulanya dilaksanakan
dimasjid-masjid. Pada masa kejayaan Islam studi Islam dipusatkan di ibukota
negara, yaitu Bagdad. Sedangkan di Eropa terdapat pusat kebudayaan yaitu di Universitas
Cordova. Dengan demikian, pada masa kejayaan Islam puusat kebudayaan merupakan
pusat studi islam adalah Bagdad, Mesir dan Sopayol.
Agama mempunyai peran dan fungsi
yang penting didalam masyarakat. Perintah Allah yang paling mendasar adalah
Ketauhidan yaitu mengesakan Allah, artinya manusia hanya boleh tunduk kepada
Allah. Sedangkan lawan dari tauhid adalah syirik. Dalam ketauhidan (tunduk
kepada Allah) berarti manusia harus menguasai alam yang telah ditundukkan oleh
Allah. Yang demikian itu, menguasai hukum yang ada di alam. Sehingga, tidak
terjadi masalah sosial dengan mengembangkan teknologi dan ilmu pengetahuan yang
dimiliki. Sedangkan syirik yaitu menusia tunduk kepada alam, yang berarti
manusia dikuasai oleh alam. Kehidupan yang seperti ini akan menimbulkan
berbagai masalah sosial seperti kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan.
Pada saat manusia mengungkap rahasia Allah melalui tanda-tandanya yang berupa
jagad raya. Hal ini memunculkan berbagai ilmu pengetahuan fisik seperti
astronomi, fisika, kimia, biologi, sosiologi, hukum, sejarah, dan ilmu lainnya.
Sedangkan pada saat menusia mengungkap tanda-tanda kekuasaan Allah yang berupa
wahyu. Manusia akan memunculkan berbagai ilmu agama seperti tafsir, fiqih, ilmu
kalam dan tasawuf. Yang demikian itu, pada saat manusia mengungkap rahasia
Allah melalui tanda-Nya dengan pendekatan manapun akan mendekatkan manusia
kepada sang pencipta-Nya.
Kebudayaan adalah hasil karya, rasa,
dan cita-cita manusia. Agama dan kebudayaan merupakan sesuatu yang berbeda akan
tetapi tidak dapat dipisahkan. Agama bernilai mutlak, tidak berubah karena
perubahan waktu dan tempat. Sedangkan budaya dapat berubah sesuai dengan
perubahan waktu dan tempat. Agama adalah primer sedangkan budaya adalah
sekunder. Mereka saling mendukung satu sama lain Bangsa Arab pra-Islam sudah
dikenal dengan kemajuan ekonominya. Letaknya yang strategis membuat agama Islam
tersebar lebih cepat. Selain itu, ekspansi keluar dilakukan oleh umat islam.
Terjadi
interaksi budaya antara agama dengan tradisi arsitektur islam. Contohnya,
seperti bentuk atap yang berundak undak yang bertentuk limas (Masjid Demak,
Masjid Kudus, Masjid Cirebon, dan lain sebagainya). Terjadinya budaya yang
masih dipertahankan seperti, bedug dan kentungan di suatu masjid. Awalnya
dahulu fungsi bedug dan juga kentungan adalah untuk pengeras suara pada saat
adzan sebelum orang Indonesia mampu membuat menara yang tinggi sebagai pengeras
suara. Tetapi sampai sekarangpun, meskipun orang Indonesia sudah mampu membuat menara
yang tinggi, bedug dan kentungan tetap dipertahankan. Bedug dan kentungan sudah
menjadi sebuah simbol dan identitas pada saat memberitahukan waktu sholat.
Keterkaitan kebudayaan jawa dengan
islam sebenarnya sudah terlihat pada saat zaman kerajaan. Disuatu kerajaan
terdapat seorang raja yang menganggap dirinya sebagai keturunan para dewa dan
disisi lain raja tersebut menganggap bahwa dirinya keturunan dari nabi. Raja
dari jawa lebih bersifat absolut (kekuasaan mutlak) yang berbeda dengan islam
yaitu Allah maha adil. Akan tetapi kerajaan diluar jawa seperti kerajaan Aceh,
gelar untuk raja berjuluk al-Malik dan al-Adil. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa, raja dijawa lebih mengutamakan kekuasaan sedangkan raja yang
ada di Aceh lebih mementingkan keadilan.
Penelitian adalah suatu pengumpulan
data yang berupa fakta untuk meambah pengetahuan. Dalam penelitian agama, yang
diteliti bukan wahyu dari agama tersebut melainkan meneliti objeknya, yaitu
manusia yang meyakini agama tersebut. Sasaran dari penelitian agama ini adalah
ritual, mitos, dan magik. Penelitian agama lebih mengutamakan materi agama.
Sedangkan dalam penelitian keagamaan lebih mengutamakan pada sistem
keagamaannya. Dengan demikian, baik penelitian agama maupun penelitian
keagamaan menjadikan agama sebagai objek yang dikaji.
Motode dan pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian keagamaan antara lain dengan data sejarah, analisis
perbandingan lintas budaya, eksperimen, observasi, survei dan analisia. Dalam
analisis sejarah, agama hanya sebagai metode penelitian atas dasar pemikiran bahwa
sejarah dapat menyajikan gambaran tentang unsur-unsur yang mendukung timbulnya
suatu lembaga. Sedangkan analisis lintas budaya yaitu dengan membandingkan
pola-pola sosial keagamaan di beberapa daerah kebudayaan. Sehingga dapat
memperoleh gambaran tentang kondisi sosial budaya secara umum. Selanjutnya,
eksperimen yang sedikit sulit jika digunakan dalam penelitian agama.
Terdapat fungsi-fungsi Al-Qur’an
yang didasarkan pada nama seperti Al-huda (petunjuk), Al-furqan (pemisah),
Al-syifa (obat) dan Al-mau’izhah (nasihat) Sedangkan fungsi Al-Qur’an
berdasarkan penghayatan dan pengalaman tergantung orang yang mengamalkannya dan
juga tingkat ketaqwaan seseorang. Al-Qur’an adalah firman Allah atau wahyu
Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. Isinya terbebas dari keraguan,
kecurangan, pertentangandan kejahilan. Al-Qur’an bukanlah ciptaan Nabi Muhammad
Saw melainkan wahyu Allah yang terpelihara. Proses pewahyuan Al-Qur’an tidak
secara sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur, sedikit demi sedikit, dan
ayat demi ayat. Yang kurang lebih tenggang waktu pewahyuan berlangsung selama
kurang lebih 23 tahun.
Hadis merupakan sesuatu yang
dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun
taqrir. Menurut umat islam, posisis hadis adalah sumber ajaran islam yang kedua
setelah Al-qur’an. Hadis dipergunakan apabila dalam Al-qur’an tidak ditemukan
ketetapan hukum. Penulisan resmi hadis kedalam buku dimulai pada masa Bani
Umayah, yaitu pada masa kekuasaan Umar bin Abd al-Aziz. Dan kodifikasi atau
penulisan secara resmi dilakukan atas perintah Khalifah pada masa itu. Dalam
hadis terdapat tiga unsur pokok yaitu sanad, matan, dan rawi.
Ijtihad adalah sumber hukum islam
yang ketiga setelah Al-qur-an dan hadis. Dasar-dasar dalam penentuan ijtihad
adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Sedangkan mujtahid adalah orang yang mampunmelakukan
ijtihad sesuai dengan syarat yang berlaku. Untuk menjadi seorang mujtahid harus
memenuhi syarat yang ditentukan. Lapangan ijtihad adalah masalah-masalah yang
diperbolehkan diselesaikan dengan ijtiad. Jika seorang muslim dihadapkan kepada
suatu peristiwa atau ditanya tentang suatu masalah yang berkaitan dengan hukum
syara’, maka hukum ijtihad bagi orang itu bisa wajib ‘ain, wajib kifayah,
sunat, atau haram, tergantung pada kapasitas orang tersebut. Ijtihat berperan
sebagai penyalur kreativitas pribadi atau kelompok dalam merespon peristiwa
yang dihadapi sesuai dengan pengalaman yang telah terjadi.
Iman adalah percaya dalam hati,
mengucapkan dengan lisan dan berbuat dengan
perbuatan. Allah adalah yang Maha Esa. Esa dalam zat berarti, Allah
tidak terdiri dari bagian-bagian dan juga Allah tidak bersekutu. Esa dalam
sifat yaitu tak ada seorangpun yang memiliki sifat seperti Alah. Sedangkan Esa
dalam perbuatan adalah tidak ada seorangpun yang mampu melakukan perbuatan yang
menandingi Allah. Malaikat adalah ciptaan Allah yang dicipkan dengan cahaya
yang merupakan makhluk gaib. Malaikat selalu bertaqwa dan bertasbih kepada
Alah.
Kitab-kitab
yang Allah yang wajib kita imani adalah Al-Qur’an, Injil, Taurat, dan Zabur.
Secara berturut-turut diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, Nabi Isa a.s., Nabi
Musa a.s., Nabi Dawud a.s. Keempat kitab tersebut disebut kitab-kitab yang
diyakini umat islam sebagai firman Allah yang diwahyukan kepada para nabi dan
rasul. Sedangkan rasul adalah orang yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan
wahyu Allah kepada umatnya. Jumlah nabi dan rasul tidak diketahui secara pasti,
dikarenakan ada sebagian dari mereka yang diceritakan dan disebutkan nama-namanya
oleh Allah SWT, akan tetapi ada juga yang tidak diceritakan.
Tujuan dalam melakukan ritual adalah
pemeliharaan dan pelestarian kesakralan. Adanya kepercayaan terhadap sesuatu
yang sakral akan menimbulkan sebuah ritual. Jika dilakukan dengan benar, dengan
aturan yang telah turun-temuruun dijelaskan maka diyakini akan mendatangkan
sebuah keberkahan. Ritual dari segi cara dibagi menjadi dua yaitu, 1) Ritual
individual, yang dilakukan secara perorangan bahkan mengisolasi diri sendiri,
seperti yoga, mediasi dan brtapa. 2) Ritual umum, yang dilakukan secara
bersama-sama, seperti sholat berjamaah, khutbah dan haji.
Ritual islam dibagi menjadi 2, yaitu
ritual yang sudah ada dalilnya dalam Al-Qur’an dan hadis, dan juga ritual yang
tidak memiliki dalil, baik dalam Al-Qur’an maupun hadis. Sedangkan ritual dalam
islam menurut tingkatannya dibagi menjadi 3 yaitu, primer, sekunder, dan
tertier. Institusi adalah sarana/
lembaga untuk mencapai tujuan tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan.
Istitusi dalam islam adalah sistem dan norma. Norma islam terdapat dalam
akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak.
Terdapat banyak pendapat mengenai
sejarah islam. Ada yang berpendapat bahwa sejarah islam dimulai pada saat Nabi
Muhammad Saw diangkat sebagai rasul. Terdapat juga pendapat bahwa sejarah islam
bermula pada saat Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah. Dan pada akhirnya para
ulama bersepakat bahwa sejarah islam dibedakan 3 fase yaitu sejarah islam
periode klasik, pertengahan dan modern. Sejarah periode klasik ditandai dengan
perluasan wilayah. Periode islam klasik pada saat Nabi Muhammad Saw hijrah ke
Yastrib (Madinah). Di Madinah umat islam dibagi menjadi 2: (1) Umat islam yang
menjadi pengikut Nabi Muhammad unntuk hijrah ke Madinah yang disebut kaum
muhajirin, dan (2) orang madinah yang menolong Nabi Muhammad Saw beserta
rombongannya yang disebut kaum anshar.
Islam
abad pertengahan dibagi menjadi dua yaitu, zaman kemunduran (berlangsung
sekitar 250 tahun, 1250-1500) dan zaman tiga kerajaan besar (berlangsung selama
300 tahun, 1500-1800). Kemunduran umat islam pada abad pertengahan ditandai
dengan hancurnya Bagdad. Fase tiga kerajaan besar berlangsung 300 tahun
(1500-1800). Tiga kerajaan besar tersebut adalah kerajaan Utsmani di Turki,
Kerajaan Safawi di Persia, dan kerajaan Munghal di India. Islam periode modern
(sejak 1800 M). Islam periode modern disebut juga sebagai zaman kebangkitan
islam.


Komentar
Posting Komentar