Studi Islam Klasik di Pondok Pesantren Daarut Taqwa



NAMA            : ANIS ALFIAH
NIM                : 175231003
KELAS           : PBS 2A

STUDI ISLAM KLASIK DI PONDOK PESANTREN
“ DAARUT TAQWA KLATEN “

LAPORAN PERJALANAN
Perjalanan dalam pencarian pondok sangatlah penuh perjuangan. Saya melakukan survei lapangan hingga 3 kali. Yaitu pada hari minggu, 25 Maret 2017. Pada saat itu saya survei di pondok pesantren yang ada di Boyolali yaitu Pondok Salafi Boarding School Smp Nurul Islam Ngemplak Boyolali. Pencarian selanjutnya yaitu pada hari selasa, 27 Maret 2017 kita melanjutkan perjalanan dalam mencari pondok pesantren yang ada di Boyolali. Pada hari tersebut saya berangkat habis dhuhur dan selesai survei pada saat adzan magrib berkumandang.Pada hari selasa tersebut, saya survei 4 pondok pesantren yang ada di wilayah Boyolali. Peondok pesantren yang saya survei antara lain, yang pertama adalah Pondok Pesantren Nurussobah. Kedua, Pondok Pesantren PPTQ Abi Ummi. Ketiga, Pondok Pesantren Tahfidz Ma’hdul Qur’an. Dan yang terakhir adalah Pondok Pesantren Darul Ulum.Saya diterima dengan baik saat tiba di keempat pondok tersebut.
Pondok Pesantren yang merupakan bagian saya pada saat survei adalah Pondok Pesantren Darul Ulum. Disana, saya diterima dengan baik untuk melihat-lihat isi pondok tersebut. Akan tetapi, untuk masalah perizinan tidak dapat diputuskan pada saat saya survei ketempat tersebut. Alasannya yaitu, pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum tidak adaditempat. Jadi, keputusan perizinan untuk live in disana tidak bisa diambil pada saat itu.
Perjalanan dalam memcari pondok pesantren tidak hanya sampai disitu saja. Perjalanan berlanjut pada hari kamis, 29 Maret 2017. Sayamensurvei pondok pesantren diwilayah Klaten. Disana saya mengetuk 2 pintu pondok pesantren. Perjalanan dimulai pada saat sehabis sholat ashar dan berakhir pada hingga adzan magrib berkumandang.  Salah satu diantaranya adalah pondok pesantren yang saya tempati untuk tinggal di pondok pesantren tersebut selama 1x24 jam. Pondok pesantren yang saya survei pada hari itu, antara lain : 1) Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ dan 2) Pondok Pesantren Daarut Taqwa Klaten.
Alasan saya mencari pondok pesantren hingga 3 kali adalah dikarenakan masalah perizinan, Karena disaat saya survei di pondok pesantren yang saya datangi kendalanya adalah pimpinan pondok yang tidak sedang berada ditempat. Hal tersebut yang membuat saya kesulitan dalam hal perizinan. Para pengajar yang saya temui pada saat saya survei tidak bisa memberikan keputusan untuk kita live in di pondok pesantrentersebut selama batas waktu yang telah ditentukan.
Pada akhirnya pondok pesantren yang saya gunakan untuk live in di tempat tersebut selama satu kali dua puluh empat jam adalah di Pondok Pesanten Daarut Taqwa Klaten.Pondok Pesantren yang saya tempati adalah pondok putri. Pondok pesanten Daarut Taqwa mempunyai 2 kantor yaitu pondok putran, yang merupakan pusat dari pondok tersebut dan juga pondok putri yang letaknya satu kecamatan dengan pondok putra. Alamat pondok putra yang merupakan kantor pusatnya adalah DukuhKarangmalangRT/RW:002/004,DesaJetis,KecamatanJuwiring,Kabupaten Klaten57472,telp:085725581676. Sedangkan alaman pondok putri yang saya tempati yaitu DukuhTanon,DesaKenaiban,KecamatanJuwiring,KabupatenKlaten57472,telp: 085702010119.

HASIL OBSERVASI          
Di suatu desa tepatnya di dukuh Karangmalang desa Jetis kecamatanJuwiring kabupaten Klaten terdapat suatu keluarga yang memiliki kepedulianterhadap dunia sosial dan kependidikan Islam sehingga mereka mewakafkantanah dan bangunan mereka untuk kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaankepada masyarakat. Keluarga tersebut adalah keluarga besar bapakHardjodikromo khususnya dari keluarga bapak Tjipto Yuwono (Ibu Suratmi).Bapak Hardjodikromo dan bapak Tjipto Yuwono telah meninggal dunia sehinggayang masih ada adalah ahli waris beliau yang ternyata tanggap dengan cita-citaluhur para pendahulunya sehingga dengan penuh keikhlasan hati sertamengharap ridlo Ilahi mereka selanjutnya mewakafkan sebidang tanah warisan +4500 m2 , dua bangunan, dan dua petak sawah ( + 4000 m2 ) dengan tujuandijadikan tempat pengembangan pendidikan Islam dan kegiatan sosial.
Selanjutnya pada tahun 2006 didirikanlah satu yayasan yang diberi nama“Yayasan Tjipto Yuwono”, bersekretariat di Karangmalang Jetis Juwiring Klaten.Yayasan tersebut telah tercatat pada Kantor Notaris Klaten dengan notaris SalehHartanto, SH dengan akta nomor 03 tertanggal 19 September 2006 selanjutnyamendapatkan pengesahan dari Departemen Hukum dan HAM pada tanggal 14Mei 2007 dengan nomor C-1571.HT.01.02.
Setelah mengalami proses cukup panjang untuk mewujudkan sistemPondok Pesantren yang memenuhi standard kelayakan, maka pada pertengahantahun 2009 program pendidikan Pondok Pesantren Daarut-Taqwa diubahmenjadi Kulliyyatul Mua’allimin Al Islamiyyah (KMI) dengan masa pendidikan  (enam) tahun bagi tamatan SD/MI atau sederajat dan 4 tahun bagi tamatanSLTP/MTs, program ini setara dengan MTs & MA dan program inilah yangberjalan sampai sekarang.
Saat permulaan digulirkannya program Pondok Asuh Tjipto Yuwono danPondok Pesantren Daarut-Taqwa tahun 2006, pondok ini dipimpin oleh UstadzRudjito,S.Ag, lalu saat pengguliran program Tahfidhul Qur’an tahun 2007 adapergantian pimpinan Pondok, Pimpinan Pondok yang baru adalah UstadzWahyudin sebagai Direktur Umum dan Dr. Amir Mahmud sebagai DirekturPelaksana bersama dengan pembimbing tahfidh ustadz Imaduddin Al Hafidh,adapun pembimbing Dirasah adalah Ustadz Muhammad Wasitho, MPI danUstadz Muhammad Abu Hamdan, BA. Pada tahun 2009, Pondok PesantrenDaarut Taqwa ditingkatkan menjadi Kulliyatul Mu’allimin(KMI) dengan mudirUstadz Rachmat Faisyal, M.Pd. Ustadz Rachmat Faisyal M.Pd. memimpin hinggatahun 2015. Pada awalnya, pondok hanya menerima santri putra, namun padatahun ajaran 2014-2015 mulai dibuka untuk santri putri. Mulai tahun ajaran baru2015, KMI Pondok Pesantren Daarut Taqwa merestrukturisasi kepengurusan,dan diputuskan oleh yayasan, pondok dipimpin oleh Ustadz Abu Hasan Saif(Jaka Purnama), S.Pd.I, sedangkan Ustadz Rachmat Faisyal, M.Pd. naik menjadipengurus yayasan.
            Jumlah santri di Pondok Pesantren Daarut Taqwa Klaten tahun 2017-2018 adalah berjumlah 181santrimukim, yang terdiri dari 71 santri putra dan 110 santri putri. Sedangkan untuk jumlah pengajarnya yaitu 37personal, yang terdiri dari 21Ustadz dan 16 Ustadzah.Latar belakang para pengasuh/ pengajar Pondok Pesantren Daarut-Taqwa adalah S2 dan S1 (Perguruan Tinggi Islam dan Perguruan Tinggi Umum) , Alumnus Ma’had Aly (Luar Negeri dan Dalam Negeri), dan Alumnus KMI Pondok Pesantren.
            Pada saat ini Pondok Pesantren Daarut Taqwa baru 1 masjid (milik sendiri), 1 masjid (hak manfaat), memiliki 6 lokal kelas (milik sendiri) dan 6 lokal kelas(hakmanfaat) untuk KBM, 7 ruang untuk tempat tinggal ustadz, 4 asrama, 2 ruang sebagai kantor & ruang administrasi, 2 dapur umum, 7 kamar mandi khusus untuk ustadz, dan 15 kamar mandi santri/umum. Dengan demikian fasilitas yang ada di Pondok masih sangat terbatas, namun dengan adanya keterbatsan tersebut akan lebih memberkan semangat kepada pengasuh dan juga yayasanuntuk lebih meperbaiki kekurangan tersebut.
            Dijelaskan bahwa, dalam satu kamar santri putri bisa diisi sekitar 20 orang santri. Dengan bentuk kamar yang cukup luas, kamar santri diisi dengan tempat tidur bertingkat, agarlebih menghemat tempat. Ada juga kamarsantri yang tidak ada tempat tidurnya, akan tetapi diganti dengan kasur namun tidak ada ranjangnya. Pada bagian dapur atau yang memasak adalah ada seorang ibu yang dibayar untuk memasak untuk makan di Pondok. Jadi untuk bagian dapur sudah ada seorang yang dibayar untuk memasak. Apabila ada santri yang ingin membantu juga diperbolehkan.Baju yang digunakan santri untuk kegiatan diluar kamar terdapat 3 seragam untuk mereka gunakan. Seragam tersebut antara lain : 1) Seragam berwara putih dan abu-abu, 2) Seragam berwarna coklat muda dan coklat tua, dan 3) Seragam yang berwarna ungu. Semua bentuk seragamnya adalah rok terusan.
            Jadwal harian di Pondok Pesantren Daarut Taqwa adalah sebagai berikut:
Pukul 03.30- 04.45, Bangun tidur, tahajjud, shalat shubuh. Lalu pada pukul empat pagi lebih empat puluh lima menit sampai pukul enam kurang seperempat adalah ekstra tahfidh (setoran hafalan) / Tadribat Lughawiyah. Untuk pukul emam kurang seperempat sampai pukul tujuh pagi kegiatannya adalah mandi, sarapan pagi, persiapan masuk kelas. Pukul setengah delapan sampai dengna pukul sebelas lebih lima puluh menit waktunya untuk belajar di kelas. Sedangkan pada pukul sebelas lebih limapuluh menit sampai dengan setengah satu siang merupakan waktu untuk sholat dhuhur, makan siang, istirahat. Lalu pada pukul setengah satu sampai jam satu melanjutkan pelajaran di kelas.
Pada pukul satu sampai dengan pukul setengah empat yaitu waktu untuk istirahat lalu sholat ashar. Pukul setengah empat sampai setengah lima kegiatannya adalah tadarrus Al Qur’an, olah raga, latihan keterampilan, mandi. Lalu kegiatan tahfidh al Qur'an dan muraja’ah dimulai pada jam setengah lima samapi jam setengah enam sore. Kegiatan yang selanjutnya adalah sholat maghrib, tilawah/tahsin/kajian kitab/liqa’ dimulaipukul enam sampai tujuh malam. Dilanjutkan sholat isya dan makan malam pada pukul tujuh sampai pukul delapan. Lalu pada pukul setengah delapan sampai setengah sepuluh adalah waktu untuk belajar mandiri terbimbing/ekstra/dars idhofiy. Lalu aktivitas selanjutnya adalah tidur malam dari pukul setengah sepuluh sampsi setengah empat pagi. Begitulah kegiatan keseharian di Pondok Pesantren Daarut Taqwa.
Sedangkan untuk kegiatan mingguan yaitu, antara lain:Latihan pidato bahasa Arab / Inggris / Indonesia/Daerah, Lari pagi, olah raga, kerja bakti (tanzhiful 'am), SAPALA, Latihan beladiri, Khoth, Thibbun Nabawi.
Adapun kegiatan ekstra kurikuler Pondok Pesantren Daarut Taqwa adalah :1). Olahraga (renang, beladiri, lari, sepak bola, dll), 2). Training pidato bahasa Arab, Inggris, Indonesia, Jawa, dan Sunda, 3). Tahsin Al Qur’an, 4). Rihlah Tadabbur Alam, Hiking, Camping, dll, 5). Pelatihan Thibbun Nabawi, 6). Pelatihan keterampilan (kelistrikan, bangunan, dll), dan 7). Ekstra tahfidh Al Quran dan kajian kitab.
 Penggunaaan bahasa sehari-hari yang digunakan di Pondok Pesantren Daarut Taqwa yaitu menggunakan bahasa asing, yaitu bahasa inggris dan bahasa arab. Penggunaan bahsa arab setiap hari senin samapai dengan rabu. Dan penggunaan bahasa inggris yaitu pada hari kamis sampai sabtu. Pada hari minggu menggunakan bahasa bebas, yaitu boleh memilih antra bahsa arab ataupun bahsa inggris.

REFLEKSI DENGAN MODEL STUDI ISLAM KLASIK
Kitab yang digunakan sebagai bahan pengajaran didalam Pondok Pesantren Daarut Taqwa untuk kelas 8 SMP adalah,sebagai berikut: 1) Kitab Fiqih yang digunakan adalah Minhajul Muslim, 2) Nahwu (Berisi tentang dasar-dasar untuk memahami kitab), 3) Shorof (Shorof juga berisikan dasar-dasar dalam memahami kitab), 4) Tarikh (Berisi tentang sejarah), 5) Muhholaah ( Berisi tentang memahami sebuah kitab), 6) Jurumiah (yang merupakan kitab nahwu pada timgkat dasar), dan 7) Mufradat (kosa kata).
Sedangkan kitab yang digunakan Pondok Pesantren Daarut Taqwa untuk kelas  10 SMA adalah sebagai berikut : 1) Akidah kitab Tauhid, 2) Kitab Fiqih yang digunakan adalah Minhajul Muslim, 3) Tamrin Jilid I, 4) Muhfradat (kosa kata), 5) Mutholaah (Berisi tentang memahami sebuah kitab), 5) Nahwu Silsilah (Berisi tentang dasar-dasar untuk memahami kitab), 6) Shorof silsilah dan tafsir (Berisi tentang dasar-dasar untuk memahami kitab), 7) Imia (caramenulis dalam bahasa arab), 8) Insya (mengarang dalam bahasa arab), 8) Balaghoh (bahasa), 9) Tarbiyah (cara mendidik anak).
Apabila dikaitkan dengan Studi Islam Klasik yaitu dalam penggunaan kitab-kitabnya banyak yang berisikan tentang tata cara berbahasa arab dengan baik. Seperti dalam kitab Imia, Insya, dan juga Balaghoh kitab tersebut berisikan tentang cara memahami bahsa arab yang bener. Dalam Balaghoh sendiri berartikan bahasa. 
REFLEKSI MASASISWA MONDOK DI PESANTREN
Kesan pertama saat masuk di Pondok Pesantren Daarut Taqwa untuk pertama kalinya adalah terkejut. Alasan mengapa terkejut adalah dari pandangan pertama Pondok Pesantren terlihat sangat tertutup  dan sekidit menenganggkan. Akan tetapi, pandangan tersebut berubah saat saya memulai mengobservasi Pondok Pesantren tersebut. Ternyata perkataan “jangan memandang sesuatu dengan hanya sebelah mata” memanglah terbukti. Apabila dilihat dari luarnya saja, santri disana terlihat tertutup dan sedikit kurang ramah. Akan tetapi hal tersebut tidak terbukti, justru sannri-santri disana sangatlah ramah dan juga asik.
Hal yang menurut saya unik saat, saya mengobservasi pondok tersebut adalah dalam penggunaan cadar. Para satri diwajibkan untuk memakai cadar apabila di bimbing oleh seorang ustadz. Dan untuk aktivitas sehari-hari selain bertatap muka dengan ustadz, tidak diwajibkan atau lebih tepatnya dibebaskan dalam memakai cadar.
Kesan saya saat live in di Pondok Pesantren tersebut yaitu takjub. Saya sangat takjub dengan kemampuan berbahasa arab yang dimiliki oleh para santri disana. Saya pertama kalinya mengunjungi sebuah Pondok Pesantren dan pertama kali tinggal di sebuah Pondok Pesantren. Dari mereka saya belajar arti kemandirian dan juga rasa ketegaran yang tertanam didalam jiwa para santri. Mereka rela untuk tinggal jauh dari keluarganya untuk mendalami ilmu pengetahuan. Hanya itu yang dapat saya sampaikan. Terimakasih








Komentar